Kamis, 30 Juli 2015

pendampingan suami saat persalinan



Ibu2 yg tak d dampingi suami saat persalinan ternyata sangat mudah emosi d kemudia hari, sensitif, dan mudah terpancing hal2 kecil. Mereka merasa tak d dukung dan tak d hargai. Dan rasa sakitnya masih melekat bertahun2 kedepan..
Alhamdulillah tiga persalinan saya d hadiri oleh sang suami yg menggenggam tangan, menyeka keringat, memberi minum, membimbing sy utk terus tarik nafas, dan smtak pernah bosan sy memuji2 nya bahwa ia adl suami terbaik. Dan persalinan ketiga adl hal yg mbuat sy makin jatuh cinta ketika bayi kecil meluncur pada tangannya sendiri.
Terimakasi pa Rajif Himamu, telah mendampingi bunda Cancan Marichan, beruntungnya bu Elok Noorahmia ketika keringat d seka sang suami, memberi minum, dan menyuapi kurma, beruntungnya mami Kemilau Indah Kirana ketika suami stanby utk bersandar d tengah kontraksi, membuat jus segar..
Dan tak bisa sy sebut satu persatu. Hanya sy harap jangan lupakan moment itu.. Ketika marah dan kesal dg suami ingatlah moment itu.. Ketika sedih melanda ingatlah moment itu. Bahwa beruntunglah kita yg memiliki para2 ayah2 ksatria yg mampu menahan mual (mungkin) saat melihat "sesuatu" yg tak biasa...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar